SaLuTtttt....ama penyamaran detasemen88 mabes polri...
INI BUKAN FILM SPIONASE..TAPI KISAH NYATA
Berbagai cara penyemaran yang dilakukan anggota Datasemen 88 Anti Teror untuk mengintai para teroris. Seperti yang dilakukan saat sedang melakukan penyergapan kedua orang teroris di rumah milik Fauzi, Gang Asem, Pamulang Barat, Tanggerang Selatan, Selasa 9 Maret 2010.
Salah satu anggota Densus terus mengintai dan berpura-pura untuk memesan makan di rumah makan Sate Brebes yang berada di mulut Gang Asem.
Pemilik warung sate, Karsim (30) awalnya tak menyangka jika pengunjung tersebut adalah anggota densus 88 anti teror. "Dia berpenampilan biasa saja, dengan perawan tinggi, kurus, dan berambut gondrong,"
Karsim menceritakan, Si pria itu lantas memesan 10 tusuk sate kambing, dan es teh manis. "Saya langsung membakar sate pesannya, dan sambil menunggu pesannya sate tersebut, dia meminum es teh manis," katanya.
Tiba-tiba saja terdengar suara motor dari arah dalam gang Asem menuju jalan raya Dr Setiabudi. Dan si pria itu kemudian mendapat kode dari temannya yang berjaga di warung dimana lokasi tidak jauh dari mulut gang. "Dia langsung lari dari rumah makan saya, dan mengelurkan pistol sambil menembak kearah dua orang yang menggunakan sepeda motor Thunder Biru," ungkapnya.
Karsim pun sontak kaget dengan adanya aksi tersebut, dan langsung melihat si pria yang belakangan diketahui anggota densus 88 membrondong senjata ke arah 2 pelaku teroris. "Dia yang menembak pria bercadar yang dibonceng pengendara motor thunder, saya lihat ada perlawan dan baku tembak, namun akhirnya 2 orang teroris tewas tertimpa timas panas," ucapnya.
Sampai akhirnya, pelaku yang menyamar menggunakan cadar tewas di depan teras warung milik ibu Sipit dengan lima kali tembakan di dada. Sedangkan tersangka yang membawa motor juga tewas tertembak di tengah jalan gang asem.
"Setelah usai membekuk pelaku, polisi itu kemudian mengkantongi sejata api milik pelaku. Dan kembali ke warung saya untuk membayar pesan makanannya,"
Karsim yang masih tidak percaya melihat kejadian tersebut, hanya bisa termenung dan takut saat ditanyakan berapa harga pesan satenya. "Berapa sate yang tadi?" ujar karsim menirukan polisi itu.
"Saya bilang terserah bapak saja?" jawabnya.
"Ya memang dia belum makan, hanya minum es teh manis saja. Jadi saya bilang bayar setengah saja 15 ribu," katanya.
Menurut Karsim pasca kejadian kejadian itu, dirinya menaruh simpati dengan kinerja polisi khsusnya Densus 88. "Saya pikir polisi cuma bisa tilang saja, tapi kalau polisi seperti itu baru saya acungkan 2 jempol," ujarnya sambil tertawa.
SUMBER : Pak karsim & pak syahroni tetangga Mantri Fauzi..yang menjadi narasumber di Program LIVE gw OPINI TVONE 10 maret 2010